Metode pengumpulan data, jangkauan penelitian, sistematika penulisan

G. METODE PENGUMPULAN DATA

Studi kasus yang digunakan penulis dalam penelitian ini merupakan metode yang sering digunakan dalam penelitian ilmu-ilmu sosial. Selain studi kasus ada beberapa metode lain seperti eksperimen, survei, historis, dan analisis informasi dokumenter. Pertimbangan dalam memilih metode penelitian bisanya tergantung pada tiga hal yaitu : 1) Tipe pertanyaan penelitiannya, 2) Kontrol yang dimiliki peneliti terhadap peristiwa yang akan ditelitinya, 3) Fokus terhadap penelitiannya (fenomena masa kini atau fenomena historis). Dalam beberapa situasi, kita dapat menggunakan semua strategi penelitian. Namun demikian, pada situasi tertentu setiap strategi atau metode memiliki kelebihan dibandingkan metode yang lain. Untuk studi kasus, kelebihan tampak apabila digunakan pada pertanyaan “bagaimana” atau “mengapa” dan mengarah kepada serangkaian peristiwa kontemporer, di mana peneliti hanya memiliki sedikit peluang untuk mengontrol peristiwa-peristiwa yang akan diselidiki.

Bukti atau data untuk studi kasus bisa berasal dari enam sumber antara lain ; dokumen, rekaman arsip, wawancara, pengamatan langsung, observasi partisipan dan perangkat-perangkat fisik[1].

H. JANGKAUAN PENELITIAN

Untuk membatasi analisis, jangkauan penelitian ini dibatasi jangka waktunya, tinjauan dalam penelitian ini dilakukan sejak tahun 2000 sampai 2004, dimana dalam kurun waktu tersebut Undang-undang  tentang Otonomi Daerah telah diberlakukan.

I. SISTEMATIKA PENULISAN

Setelah diawali dengan Bab Pendahuluan yang memuat berbagai ketentuan metodologis, seperti alasan pemililah judul, latar belakang, kerangka teoritis, hipotesis, dan lain-lain.

Pada bab kedua akan diuraikan tentang pengaruh penerapan UU Otonomi Daerah terhadap kajian Hubungan Internasional, dimana Otonomi Daerah merupakan peluang bagi pemerintah daerah dalam mengembangkan hubungan luar negeri serta kewenangan pemerintah pusat dan daerah atas Politik Luar Negeri. Dan pada bab ini juga diuraikan mengenai kebijakan perdagangan internasional serta peranan ekspor sebagai sumber devisa.

Kemudian dilanjutkan dengan bab ketiga yang membahas mengenai profil daerah serta komoditi unggulan yang dihasilkan dari daerah Kalimantan Selatan serta mengenai daya saing komoditi ekspor non-migas dari propinsi ini di pasaran global.

Uraian pada bab keempat akan membahas mengenai strategi pengembangan komoditi ekspor non migas, terutama mengenai upaya Pemerintah Kalsel dalam pengembangan perdagangan luar negeri serta peningkatan daya saing global. Dalam bab ini juga akan dikemukakan mengenai langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah daerah Kalimantan Selatan dalam upaya pengembangan ekspor komoditi non migas.

Uraian akan ditutup dengan bab kesimpulan, yang berusaha menegaskan hasil penelitian, yaitu bahwa hipotesis yang dikemukakan bisa dibuktikan sesuai kaidah-kaidah pembuktian dan analisis.


[1] Prof.Dr.Robert K.Yin, Studi Kasus:Desain dan Metode,Penerbit PT.Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2000, hal.1- 13.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: