Kesimpulan


BAB V

KESIMPULAN

Dari hasil penelitian yang penulis lakukan dapat disimpulkan bahwa : Pertama, fenomena ketergantungan ekspor di Kalimantan Selatan baik secara komoditikal maupun segmentasi negara tujuan ekspor jelas akan berakibat pada penurunan perolehan devisa dimasa mendatang. Komposisi ekspor Kalsel didominasi oleh komoditi batu bara dan karet, Read more of this post

Program Pemerintah dalam mengembangkan IKM


B. Program Pemerintah Kalimantan Selatan dalam upaya pengembangan Industri Kecil Menengah agar dapat bersaing di pasaran global.

a. Kondisi Umum Industri Kecil Menengah saat ini.

Adanya kandungan sumber daya alam yang terdapat di bumi dan laut Nusantara yang cukup melimpah dapat dimanfaatkan secara optimal, terutama dalam rangka menumbuh-kembangkan industri yang berbasis sumber daya alam tropis. Beberapa sumber daya alam yang potensial tersebut antara lain berupa cadangan hutan produksi yang beragam, serta hutan tanaman keras (tanaman perkebunan). Read more of this post

Strategi Pemerintah Kalsel dalam memasuki pasar Internasional


BAB IV

TANTANGAN, PELUANG DAN STRATEGI EKSPOR NON MIGAS

KALIMANTAN SELATAN

 

Uraian pada bab keempat akan membahas mengenai Strategi pengembangan komoditi ekspor non migas, terutama mengenai kajian pasar komoditi perikanan Kalsel dalam memasuki pasar Uni Eropa. Dalam bab ini juga akan dikemukakan mengenai langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah daerah Kalimantan Selatan dalam upaya pengembangan ekspor komoditi non migasnya agar dapat bersaing di pasar global. Kemudian, pembahasan pada bab ini akan diakhiri dengan ulasan mengenai kerjasama yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalsel dengan Japan International Cooperation Agency dalam upaya peningkatan ekspor non migas di wilayah Kalimantan Selatan. Read more of this post

Daya Saing Komoditi Ekspor Non Migas


B. Daya Saing Komoditi Ekspor Non Migas

Usaha-usaha yang dilakukan Pemerintah untuk meningkatkan ekspor non-migas telah mulai terlihat. Namun demikian, nilai ekspor tersebut didominasi oleh hasil-hasil pertanian dan pertambangan, seperti kayu, karet, rotan, kopi, minyak dan biji sawit, timah, tembaga dan nikel. Read more of this post

Komoditi nonmigas Kalsel


BAB III

DAYA SAING KOMODITI EKSPOR NON-MIGAS

PROPINSI KALIMANTAN SELATAN DI PASAR GLOBAL.

 

Keunggulan daya saing atau competitive adventage suatu bangsa, menurut Michael Porter dalam bukunya The Competitive Adventage of Nations (New York, The Free Press, 1990), dibentuk oleh norma-norma, budaya, serta struktur ekonomi dan kelembagaan di negara tersebut. Keunggulan-keunggulan yang berupa sumber-sumber daya bangsa tersebut, kondisi perekonomiannya, keberadaan pasokan yang kompetitif secara internasional, serta kebijakan pemerintahannya yang menumbuhkan daya saing bisnis harus dimiliki. Tanpa hal tersebut, suatu  bangsa tidak akan memiliki keunggulan daya saing dan akan tertinggal[1]. Read more of this post

Perdagangan internasional sebagai Politik Luar Negeri


B. Perdagangan Internasional sebagai Politik Luar Negeri.

  1. Kebijakan Ekonomi-Politik.

Para pengkaji hubungan internasional kian menyadari kenyataan semakin diperlukannya kerangka analisis yang bisa menggambarkan, menjelaskan dan menilai kebijakan pembangunan berdasarkan pendekatan yang menggabungkan perspektif ekonomi politik. Yang bisa menggambarkan bagaimana kebijakan dibuat dan diterapkan, yang bisa menjelaskan mengapa suatu kebijakan diputuskan dan apa konsekuensinya, menurut kacamata ekonomi-politik. Read more of this post

Pengaruh penerapan UU mengenai pelaksanaan Otonomi Daerah terhadap kajian dan pelaksanaan Hubungan


BAB II

OTONOMI DAERAH DAN PERDAGANGAN  INTERNASIONAL

 

Salah satu konsekuensi diberlakukannya otonomi daerah seluas-luasnya adalah keinginan supaya daerah juga diberi keleluasaan untuk melakukan hubungan luar negeri seperti dalam hal-hal yang berkenaan dengan perdagangan dan investasi. Daerah dapat melakukan transaksi secara langsung tanpa harus berkonsultasi kepada pemerintah pusat. Selain itu muncul pula keinginan supaya Indonesia yang daerahnya memiliki keragaman potensi alam, dapat mengembangkan dirinya dan memproduksi serta menjual hasil-hasilnya secara mandiri kepada pasar internasional.

Permasalahan lain juga sering timbul berkenaan dengan pelaksanaan otonomi daerah dan kaitannya dengan politik luar negeri dan hubungan internasional. Penggunaan istilah Politik Luar Negeri dan Hubungan Luar Negeri seperti pada UU Nomor 22 Tahun 1999 memang sering menimbulkan kebingunan atau kerancuan di kalangan birokrasi, parlemen serta masyarakat pada umumnya baik di tingkat pusat maupun daerah. Untuk itu, pada bab ini akan dibahas kajian tentang Otonomi Daerah dan kaitannya dengan Perdagangan Internasional. Read more of this post

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.